Sejarah
Darul Hanin Center

Sejarah berdirinya pondok pesantren Darul Hanin sangat erat kaitannya dengan dinamika perkembangan agama islam di desa Purwodadi, Barat, Magetan.

Tersebutlah Kyai Lancur  sebagai paman dari ayah pendiri, yang  saat itu telah memulai membangun masyarakat melalui dakwah agama islam dengan mengajarkan santri di pondok sederhana, muridnya dari penduduk sekitar dan dari luar daerah yang semua ingin mempelajari Al Qur’an kepada Kyai Lancur.

Sebelum meninggal, Kyai Lancur mengamanahkan pembinaan santri kepada Kyai Hoedoyo yang pada waktu itu baru kembali dari Pondok Pesantren Termas Pacitan.

Betapa bahagianya Kyai Hoedoyo menerima amanah ini karena diserahi untuk meneruskan dakwah di pondok Kyai Lancur sekaligus menerapkan ilmunya yang didapat selama mondok di Termas,

Dengan fasilitas langgar atau musolla kecil dekat rumah maka mulailah dikembangkan pengajaran al Qur’an dan membaca kitab kuning secara terbatas, seluruh santrinya adalah  keluarga, kerabat dan orang orang sekitar yang secara ikhlas  mondok di pesantren Kyai Hoedoyo,

Apabila ada kegiatan di sawah mulai dari menanam benih  padi hingga panen serta pengolahan hasil panen para santri dilibatkan sehingga para santri memiliki ketrampilan sebagai petani disamping memiliki ilmu agama.

Tapi sangat disayangkan  sebelum pesantren menjadi berkembang dan menjadi lembaga yang terstruktur, Kyai Hoedoyo harus meninggalkan pesantrennya untuk selamanya pada tahun 1962  kembali kepada Allah ‘azza wa jalla,  sementara putra putrinya tinggal di luar kota untuk mengikuti suami atau hidup mandiri, namun masih ada 2 putra laki laki   yang masih kecil yang sekolah di Sekolah Dasar.

Sejak saat itu kegiatan pesantren mulai tidak terbimbing dengan baik dan lama kelamaan berakhir dan hanya satu dua santri yang bertahan beberapa tahun sambil membantu pengelolaan sawah Kyai dan membimbing putra putri yang masih kecil.

Upaya Pembangunan Ulang Pondok

Pada tanggal 28 Februari 2005  dibentuk  sebuah Yayasan  Sosial dan Pendidikan Daarulhanin dengan akta pendirian no 19 oleh  Notaris Noor Kholis Adam, SH,MH, sebagai payung kegiatan utama yakni pengasuhan anak anak yang kurang beruntung sehingga memerlukan pendidikan dan pembinaan terutama aqidah dan keimanan yang kuat  demi masa depannya yang diridhoi Allah SWT.

Pada tahun 2018 mulailah dirintis kembali kegiatan pengajaran dan menghafal al Quran yang santrinya adalah masyarakat di lingkungan rumah almarhum Kyai Hoedoyo oleh salah satu putra Kyai Hoedoyo yakni Achmad Badawi Rifai beserta istri  yang telah purna bakti dari pengabdiannya pada negara sambil mempersiapkan Lembaga Pendidikan Pesantren.

Sejalan dengan proses dakwah dan pengajaran agama untuk masyarakat, maka mulai dibangun secara bertahap sarana pondok oleh  H. Karyono dan H. Syahir Karim Vasandani sebagai wakifnya dengan mengambil model bangunan perkampungan  Jawa, selanjutnya .

dengan mengharapkan ridho Allah SWT, dan  atas bimbing  langsung  Al Ustadz KH  Iwan Sofyan Andi, SE, M.Si  pimpinan Pesantren Baitul Hidayah, maka disusunlah rencana kegiatan pesantren beserta tata laksananya dengan   mengambil model pesantren modern Baitul Hidayah  Bandung  berbasis  kurikulum KMI Gontor dan Ikhyaul Qur’an .

Pada tanggal  08 Januari 2021  maka  didirikan Yayasan  sekaligus Pondok Modern Darul  Hanin Center oleh pasangan Achmad Badawi Rifai dan Endang Yuli Poerwati melalui Notaris  Andika  Budianto, SH, M. Ka dengan nomor akta 9  dan  disyahkan oleh  Kementrian Hukum dan Ham No  AHU-0001564.AH. Tahun 2021, tanggal  16 januari  2021,  hal ini dilakukan dalam rangka  menyiapkan lahan dakwah bagi putra putrinya yang saat ini sedang menuntut ilmu di berbagai pesantren di Jawa dan Madura.

Pondok Pesantren Darul Hanin

Pondok Pesantren (tingkat SMP hingga SMA) yang berkiblat pada Pondok Modern Darussalam Gontor ditambah Tahsin, Tahfidz, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Pendidikan Keterampilan Perkebunan, Peternakan dan Pengolahan Pangan serta Kewirausahaan

Bagikan ke media sosial anda | Klik gambar link dibawah ini
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on email
Email

Penerimaan Santri Baru

1445 H / 1446 H (2024 / 2025)

Tanggal Pendaftaran

1 Juni - 30 Agustus 2024

Hubungi kami segera untuk informasi lebih lanjut